Tampilkan postingan dengan label FTV Pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FTV Pagi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Januari 2014

FTV Pagi Ditepi Danau Cinta menemui penonton pada 13 Jun 2011 pukul 7.30 WIB di Indosiar


FTV Pagi
Ditepi Danau Cinta
Tayang: 13-Jun-2011 07:30 WIB

Sinopsis

indosiar.com - Nasib MAI  (17), bener-bener gak  beruntung. Hidup di tengah keluarga miskin dan yatim piatu sejak kecil. Makin menderita lagi, saat Kakeknya (KAKEK ARIFIN, satu-satunya orang yang selama ini menjadi tumpuan harapannya, meninggal dunia). Jadilah MAI hidup sebatang kara. Tapi hidup harus tetap berlangsung. Yang terpenting lagi, seperti yang diamanatkan almarhum kakeknya, MAI gak boleh putus sekolah. Ilmu itu segalanya. Kalo kamu jadi orang berilmu, kelak hidup kamu gak bakal susah. Demikian yang dikatakan Kakeknya sebelum meninggal.

Karena teringat wasiat itu, MAIpun kemudian bertekad untuk tetap melanjutkan seklohanya, apapun yang terjadi. Untuk biaya hidup dan sekolahnya, MAI bekerja part time di sebuah klub sebagai waitres.

MAI gak peduli, meski pekerjaan itu mengundang cibiran di kalangan teman-teman sekolahnya. MAI malah sering digunjingkan sebagai cewek yang gak bener dan dijauhi teman-temannya. Kadang mereka juga mengolok-ngolok MAI dan sering membuat MAI nangis.

Tapi tak semua anak melecehkan MAI. Ternyata ada juga yang prihatin dan simpati dengan apa yang sering dialami MAI. Orang itu adalah DIKA, seorang cowok keren dan anak seorang pengusaha sukses di Ibu Kota.

Setiap kali MAI dilecehkan, DIKA selalu tampil jadi pembela. Lama-kelamaan, hubungan mereka jadi dekat. DIKA begitu lembut, begitu perhatian. Maka ketika DIMAS nembak MAI, MAI gak kuasa untuk nolak.

Tapi hubungan MAI dengan DIKA itu ternyata membuat RASTY, cewek yang mantannya DIKA jadi cemburu. Selama ini, RASTI emang gak mo putus sama DIKA yang orang tuanya tajir banget dan menjadi penyumbang terbesar di sekolah itu. Tapi DIKA sendiri udah gak punya rasa sama RASTI, karena cewek itu kelewat manja, angkuh dan sok ngatur.

Dengan berbagai cara, RASTI dengan dibantu teman-teman gengnya berusaha misahin DIKA dan MAI. Bahkan gak jarang, RASTI juga berusaha nyelakain MAI. Tapi MAI selalu selamat dan hubungannya sama DIKA malah makin lengket.

Ketika semua cara sudah ditempuh RASTI dan gagal. RASTI akhirnya ngelapor ke MAMA DIKA soal hubungan DIKA dengan MAI, yang ditudingnya sebagai cewek gak bener.

MAMA DIKA kemudian menyelidiki kebenaran laporan RASTI, dan jadi marah besar setelah tau kalo MAI memang bekerja sebagai waitres di klub yang ternyata juga miliknya.

MAMA DIKA kemudian memecat RASTI dan mendatangi Kepala Sekolah, supaya MAI dikeluarkan dari sekolah. Kepala Sekolah sendiri tidak berkutik dengan permintaan MAMA DIKA, karena dia adalah penyumbang terbesar di sekolah itu.

Nasib MAI pun jadi terlunta-lunta. Kehilangan pekejerjaan dan dikeluarkan dari sekolah.

Selanjutnya, agar DIKA tidak lagi menjalin hubungan dengan MAI, MAMA DIKA memutuskan untuk memindahkan sekolah DIKA ke Amerika.

Hidup MAI makin hancur! Kehilangan pekerjaan, dikeluarkan dari sekolah dan harus kehilangan pacar pula. Sejak itu, MAI jadi murung dan terlunta-lunta.

Tapi MAI kembali MAI kembali ingat pesan almarhum kakeknya. Hidup harus tetap berjalan dan sekolah gak boleh putus. Maka dengan sisa-sisa semangat yang ada, MAI mencari sekolah lain, dan pekerjaan lain sebagai tukang cuci.

Suatu pagi, saat MAI mau mengantarkan cucian, saat mo nyebrang, dia dikejutkan dengan peristiwa tabrak lari. Korbannya adalah seorang lelaki setengah baya, mengenakan seragam karyawan sebuah perusahaan.

Tanpa pikir panjang, MAI segera menolong orang itu dan membawanya ke rumah sakit. Laki-laki itu adalah PAK DARMAN. Dan ternyata, seperti dirinya, PAK DARMAN juga hidup sebatang kara. MAI jadi prihatin dengan nasib PAK DARMAN. Setiap pulang sekolah, MAI selalu menyempatkan diri untuk menjenguk PAK DARMAN di rumah sakit. Bahkan setelah PAK DARMAN pulang pun, MAI selalu datang untuk merawatnya di rumah.  Hubungan mereka jadi dekat, bahkan kemudian PAK DARMAN meminta MAI untuk tinggal bersamanya dan menganggapnya sebagai anak. MAI tidak menolak.

Dua tahun sudah berlalu. MAI kini sudah mulai bisa melupakan DIKA, sudah lulus sekolah dan mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

Sekali waktu, PAK DARMAN jatuh sakit, dan MAI disuruh mengantarkan surat dokter ke kantor tempat PAK DARMAN bekerja.

Tapi saat MAI datang ke kantor itu, di lobby kantor, dia bertabrakan dengan seseorang yang melangkah terburu-buru. MAI kaget. Apalagi setelah tau, orang yang ditabraknya itu adalah DIKA.

Beberapa saat lamanya, MAI hanya terpaku sambil memandang wajah DIKA. Perasaan kaget campur senang berbaur jadi satu. Tapi giliran berikutnya, MAI bener-bener terhenyak dan kecewa. Tiba-tiba saja DIKA pergi begitu saja dengan tidak mengucap sepatah katapun.   

MAI berusaha teriak dan mengejar. Tapi DIKA tetap cuek. Bahkan MAI makin terhenyak saat tiba-tiba saja seorang cewek cantik (TATIA) muncul dan langsung menggandeng DIKA dengan mesra. Begitu juga sikap DIKA yang sangat mesra sama TATIA. MAI langsung ngelumpruk lemes. Perasaan kecewa, marah dan putus asa berbaur jadi satu.

Karena terpukul dengan peristiwa itu, MAI jadi sakit dan kerjaannya hanya mengurung diri di kamar. PAK RANDU jadi ikut sedih.

Berulang kali PAK DARMAN datang untuk memberi tahu dan meyakinan DIKA, bahwa MAI sangat mencintainya dan dari dulu selalu merindukannya. Tapi anehnya, DIKA mengaku sama sekali tidak pernah kenal dengan cewek yang bernama MAI dan tidak pernah pacaran dengan cewek manapun selain TATIA.

PAK DARMAN jadi bingung. Selidik punya selidik, ternyata saat di luar negeri, DIKA mengalami kecelakaan dan gegar otak yang menyebabkannya jadi amnesia.

PAK DARMAN putus asa. Kalo sudah begini, tak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk kembali mempersatukan MAI dan DIKA.

Suatu malam, tiba-tiba kondisi MAI kritis. Badanya panas tinggi dan mulutnya terus mengigau. PAK DARMAN buru-buru pergi untuk memanggil dokter. Tapi saat dia kembali bersama dokter, MAI malah gak ada di kamarnya, pergi entah kemana.

PAK DARMAN makin panik dan berusaha mencari kemana-mana, tapi gak berhasil menemukannya. Dalam kepanikan seperti itu, tiba-tiba PAK DARMAN kepikiran, jangan-jangan MAI nekad pergi mencari DIKA ke rumahnya. Atas dasar pemikiran itu, DARMAN pun langsung pergi ke rumah DIKA.

Tapi saat sampe di rumah DIKA, ternyata di situ sedang dilangsungkan pertunangan antara DIKA dengan TATIA. PAK DARMAN sangat marah. Dia pikir, semua penderitaan yang dialami MAI semuanya karena DIKA. Saking marahnya, saat DIKA hampir saja memasukkan cincin ke jari manis TATIA, PAK DARMAN langsung melabrak DIKA dan menghajarnya. DIKA langsung jatuh pingsan, sementara cincin di tangannya mencelat terbang entah kemana.

DIKA langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara PAK DARMAN ditangkap dan dibawa ke kantor polisi.

Sementara DIKA dilarikan ke rumah sakit, MAI sendiri (dalam kondisi sakit),  ternyata pergi ke danau, duduk menyendiri di bawah pohon rindang, tempat dulu dia dan DIKA selalu berkasih mesra.

MAI nangis sesenggukan, meratapi kesedihannya. Gak kuat menanggung derita, MAI kemudian nekad ingin mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke danau. Akankah Mai akan melakukan hal itu ? (nadas-online/indosiar)

 FTV Pagi  Ditepi Danau Cinta

Sila klik di sini untuk mengikuti kisah FTV Pagi  Ditepi Danau Cinta

 Sambung baca: klik di sini

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.indosiar.com/
HAMID M NUR MOVIE Channel Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Rabu, 01 Januari 2014

FTV Pagi Bunga untuk Andre menemui penonton pada 26 Mei 2011 pukul 7.30 WIB di Indosiar

 
FTV Pagi
Bunga untuk Andre
Tayang: 26-May-2011 07:30 WIB

Sinopsis

Bunga dan Gilang udah pacaran cukup lama. Sekali waktu, Gilang memperkenalkan Bunga ke Andre, sepupunya yang baru datang dari Yogyakarta. Rencananya, Andre ingin pindah sekolah ke Jakarta karena sang ayah pindah tugas ke kota itu.

Entah kenapa, begitu melihat Bunga, Andre langsung gugup bahkan hampir jatuh dari duduknya. Bunga dan Gilang kaget dan bingung. Andre bilang ga papa, tapi kegugupannya berlanjut dan makin serba salah. Gilang dan Bunga makin bingung.

Tapi meskipun terus didesak, Andre tetep bilang ga papa. Andre berubah menjadi kacau sejak pertemuan itu. Dia berubah jadi pemurung dan senang menyendiri. Sia-sia Gilang dan Bunga nyari penyebabnya. Andre tidak mau terbuka.

Tapi akhirnya rahasia itu kebongkar juga. Ponsel Andre ketinggalan di rumah Bunga. Iseng-iseng membuka-buka ponsel itu, Bunga kaget saat melihat foto-foto di ponsel Andre ternyata semuanya adalah foto dirinya.

Saat mengembalikan ponsel, Bunga langsung bertanya ke Andre, "Kenapa foto-fotoku ada di hp kamu?" Giliran Andre yang kaget, namun cowok itu akhirnya terpaksa berterus-terang dan menuturkan semuanya dengan penuh kesedihan.

"Itu sama sekali bukan kamu, Bunga,  tapi Luna mantan cewekku yang meninggal ketabrak mobil dua taun lalu.  Makanya, waktu Gilang ngenalin kamu, aku langsung gugup. Aku pikir kamu itu reingkarnasi dari Luna. Aku gak pernah bisa ngelupain dia sampe sekarang."

Bunga begitu trenyuh dan berusaha menghibur. "Jangan sedih. Yang udah pergi gak akan kembali. Kamu harus segera nyari pengganti Luna, biar kamu bisa ngelupain dia."

"Aku gak mo dia terbunuh dua kali. Jasadnya udah ke langit, aku gak mo ngebunuh kenangannya juga. Aku ingin dia tetap ada. Biarlah aku tetap seperti ini. Biarlah setiap hari aku melihat jelmaan Luna dalam diri kamu. Meski sekedar memandang,  aku akan berusaha bahagia."

Bunga makin sedih sekaligus juga kagum dengan kesetiaan Andre, lalu ia memeluk Andre. "Aku akan selalu berusaha ngibur kamu."
Andre balas meluk. "Luna…"

Gilang datang, Dari kejauhan dia langsung terkejut dengan adegan itu dan memutuskan untuk langsung pergi dengan mobilnya. Bunga dan Andre kaget mendengar suara mobil Gilang yang meraung-raung. Bunga berusaha mengejar, Tapi Gilang udah menghilang.

Sejak itu, Gilang jadi marah pada Andre dan Bunga. Keduanya berusaha menjelaskan, namun Gilang tetap ga mo terima. "Jangan ngarang-ngarang deh! Kalian belom lama saling kenal, tapi udah berani maen peluk-pelukan. Gak mungkin kalo di antara kalian ga ada apa-apa! Lagian mana mungkin di dunia ini ada orang yang sama persis?!"

Di sekolah, Gilang digandrungi Aurel yang cantik dan tajir. Kemanapun Gilang pergi, Aurel selalu mengikuti.
Dulu, sebelum peristiwa itu, Gilang selalu menghindar dari Aurel, meski tetap bersikap baik. "Percuma lo ngejar-ngejar gue. Sampe kapanpun, hati gue gak bakal bisa lo sentuh," kata Gilang.

Tapi Aurel pantang mundur, "Gak masalah kalo lo punya keyakinan seperti itu. Tapi gue selalu menganggap hidup sebagai sebuah game. Dan gue selalu berusaha untuk memenangkan game itu. Kalopun kalah, gue selalu bisa kembali memulainya dari awal untuk memenangkan babak selanjutnya."
Aurel akhirnya bisa merasa jadi pemenang. Saat Gilang goyah dengan Bunga dan butuh pelarian, Aurel jadi orang yang jadi pelabuhannya meskipun hati Gilang tetep hanya untuk Bunga.

Kini giliran Bunga yang cemburu melihat kemesraan GILANG dan BUNGA. Gadis itu jadi sedih dan selalu murung. Andre yang melihat itu jadi kasihan, "Gak seharusnya kamu bernasib seperti ini. Ini semua gara-gara aku."
"Kamu sama sekali gak salah. Aku yakin, suatu saat Gilang akan nyesel dan kembali ke aku." Keyakinan Bunga memang benar. saat Ibu Andre berkunjung ke rumah Gilang, ia kaget melihat di rumah itu banyak foto-foto Bunga. Lho! Kenapa di sini banyak foto Luna?

Gilang jadi kaget, "Kalo gitu Andre dan Bunga bener. Gue udah salah besar karena ngianatin Bunga." Gilangpun akhirnya minta maaf ke Bunga. Hubungan mereka jadi kembali mesra.

Giliran Aurel yang marah karena merasa cintanya kembali direbut. Bagaimanapun, dia harus bisa kembali ngambil Gilang dari Bunga. Lalu Aurel ngelakuin berbagai upaya, termasuk berusaha mencelakakan Bunga. Tapi upaya-upaya itu gak pernah berhasil.

Sekali waktu, saat Gilang baru pulang jalan bareng dengan Bunga, tiba-tiba ia muntah-muntah tanpa didahului oleh rasa mual dan disusul dengan kepala pusing serta demam tinggi. Esoknya, ibu dan ayah Gilang membawanya untuk diperiksa ke dokter. Dari hasil pemeriksaan darah, Gilang divonis kanker otak. Gilang langsung shock.

Seluruh keluarga jadi sedih, tapi Gilang tetap berusaha tegar terutama di depan Bunga. Gilang sengaja menyembunyikan penyakit itu dari Bunga. Bahkan ke seluruh orang yang ada di rumah, Gilang mewanti-wanti untuk tidak menceritakan penyakitnya baik ke Bunga maupun Andre.

Gilang merasa hidupnya gak akan lama lagi, tapi dia tidak mau melihat Bunga sedih. Sebelum mati, dia ingin berbuat sesuatu yang terbaik : dia ingin Bunga mendapatkan pengganti dirinya yang akan bisa membahagiakannya. Gilang yakin, hanya Andre-lah satu-satunya cowok yang bisa dipercaya.
Gilang minta ijin ke dokter, agar dia gak buru-buru masuk ruang perawatan. Ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Untuk itu, Gilang minta obat penawar sakit untuk beberapa hari. Sekali waktu, Gilang memberikan kado ultah buat Bunga. Saat kado dibuka, Bunga menemukan sepucuk surat.

"Aku sangat mencintaimu, Bunga. Tapi aku gak mungkin nerusin hubungan sama kamu. Tiba-tiba saja aku merasa kalo kita gak cocok. Aku akan pergi jauh dan jangan cari aku. Ambillah Andre sebagai penggantiku. Dia lebih keren dariku dan aku jamin gak akan ngecewain kamu."

Bunga kaget dan marah. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin pikiran Gilang bisa berubah sesaat tanpa alasan? Apa semuanya karena Andre? Bunga merobek-robek surat itu dan pergi menemui Andre, yang sangat kaget ketika gadis itu marah-marah dan menuduhnya sebagai penyebab kehancuran hubungan gadis itu dengan Gilang.

"Lho! Kok aku? Jujur, aku memang menyukaimu karena melihat Luna ada di wajah kamu. Tapi perasaanku hanya sebatas itu. Dan aku gak mungkin menghancurkan sodaraku sendiri hanya karena cewek. Seharian ini aku gak ketemu Gilang dan gak bisa kontak dengannya."

Akhirnya mereka sepakat datang kembali ke rumah Gilang bersama-sama. Di sana, hanya ada ibu Gilang yang bernama Tante Stella yang tengah bersedih. "Temukanlah cowok lain yang lebih pantas. Gilang gak baik buat kamu, nak… sungguh…!" ujar tante Stella.

Sudah tentu Bunga tidak terima dengan omongan Tante Stella dan terus mendesak, tapi wanita itu malah menangis dan tetap tidak mau buka mulut. Bunga dan Andre kebingungan. Tiba-tiba Suci adik Gilang muncul sambil menangis, memberi tahu kalo keadaan Gilang sudah gawat. Semua kaget dan langsung berangkat ke rumah sakit.

Sampai di rumah sakit, ternyata Gilang sudah dalam keadaan kritis. Nafasnya satu-satu dan berat, grafik di monitor sudah tidak beraturan. Keruan saja, Bunga dan Andre langsung berhambur memeluk Gilang sambil menangis.

Perlahan-lahan GILANG membuka matanya, kaget sebentar kemudian senyum. "Aku sengaja gak ngasih tau kamu, karena aku gak mo ngeliat kamu sedih karena keadaanku ini." Gilang meraih tangan Andre dan Bunga untuk disatukan dan digenggamnya kuat-kuat.

Ia memaksakan diri untuk tersenyum, "Ndre.. tolong kamu jaga Bunga, ya? Aku tetap bersama kalian…" Perlahan-lahan pegangan tangan Gilang mengendur dan matanya terpejam untuk selamanya.
Saat penguburan usai dan orang-orang sudah pergi, BUNGA masih bersimpuh di sisi kuburan sambil menitikkan air mata. Tak jauh dari sana, Andre berdiri menunggu Bunga sambil bergumam, "Gilang.. gue janji akan jaga Bunga dengan baik. Meski gue yakin,  gak akan pernah bisa gantiin kedudukan lo di hatinya…"(nadas-production/indosiar.com/mdL)

FTV Pagi  Bunga untuk Andre 


Sila klik di sini untuk mengikuti FTV Pagi  Bunga untuk Andre

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.indosiar.com/
HAMID M NUR MOVIE Channel Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Selasa, 31 Desember 2013

FTV Pagi: Cinta Bersemi Di Pantai Anyer menemui penonton di Indosiar


Cinta Bersemi Di Pantai Anyer tayang di Indosiar

FTV Pagi: Cinta Bersemi Di Pantai Anyer

Sila klik di sini untuk mengikuti kisah Cinta Bersemi Di Pantai Anyer

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.indosiar.com/
HAMID M NUR MOVIE Channel Channel
dan semua pihak atas sumber dan maklumat)