Sabtu, 20 Oktober 2012

Sinopsis Episode 6 - Layar Drama Indonesia: Separuh Aku mula menemui penonton pada 15 Oktober 2012 setiap hari pukul 19.00 WIB di RCTI

Sutradara : Agusti Tanjung
Produser : Leo Sutanto
Cerita & Skenario : Hilman Hariwijaya
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Produksi : SinemArt (2012)

Lagu Tema : Separuh Aku
Penyanyi : Noah
Pencipta : David & Ihsan Nurrachman
Produksi : PT. Musica Studios's

Pemain Separuh Aku:

Asmirandah, Rezky Aditya, Miller Khan, Michella Putri, Kevin Andrean, Putri Anne, Ari Wibowo, Vira Yuniar, Adipura, Shueil, Malaki, Shelsi Valencia, Tengku Ryan, Tia Ivanka, Johan Jehan

Asmirandah sebagai Adara
Rezky Aditya sebagai Rama
Miller Khan  sebagai Dennis
Michella Putri sebagai Maya
Kevin Andrean sebagai Reza
Putri Anne sebagai Naning
Tia Ivanka   
Ari Wibowo sebagai Pak Sandy - (Ayah Maya)
Adipura sebagai    Sudiro  - (Ayah Adara)
Vira Yuniar sebagai Marni - (Ibu Adara)
Suhel Fahmi sebagai Andi - (Keponakan Rama)
Malaki sebagai - Adit (Keponakan Rama)
Shelsi Valencia sebagai  Andien - (Keponakan Rama)

Sinopsis Global Separuh Aku

ADARA (Asmirandah)adalah putri adalah putri seorang makelar/pemasuk ikan yang bernama SUDIRO (Adipura) dan MARNI (Vira Yuniar). Sudiro adalah orang yang sangat pelit dan perhitungan. Ia bahkan menghitung biaya hidup yang ia keluarkan untuk membesarkan Adara. Oleh karenanya, ia memaksa Adara untuk menikah dengan DENNIS (Miller Khan), anak pengusaha kaya di kampung itu, yang sedikit tuli tetapi berwajah tampan. Sudiro berharap mahar dari keluarga Dennis bisa menutupi pengeluarannya selama ini.

Adara yang tumbuh besar di perkampungan nelayan dan berjiwa bebas tidak begitu saja menerima perintah ayahnya. Di saat Dennis dan keluarganya datang melamar, Adara yang berjiwa petualang besar dan banyak akal pun kabur dari rumah dengan meminta pertolongan REZA (Kevin Andrean), sahabatnya. Reza yang tidak tegaan akhirnya menemani Adara kabur ke Jakarta, walaupun pacarnya, NANING (Putri Anne) tidak setuju akan sikap Reza.

Di Jakarta Adara dan Reza luntang lantung tidak ada tujuan. Mereka terlalu kagum akan keindahan kota Jakarta dan bertingkah norak. Saat sedang mengagumi kolam Bundaran HI, mereka bertemu dengan MAYA (Michella Putri) yang baru saja bertengkar dengan ayahnya, PAK SANDY (Ari Wibowo). Adara dan Maya terlibat perselisihan. Adara tidak menyadari bahwa Pak Sandy adalah ayah kandungnya yang tidak pernah ia kenal selama ini.

Merasa Jakarta bukanlah tempatnya, Adara dan Reza pun berencana kabur pindah kota. Di stasiun ia bertemu dengan RAMA (Rezky Aditya), laki-laki easy going yang terpaksa mengurus ketiga keponakannya yang masih kecil-kecil, ANDI (Suheil), ADIT (Malaki) dan ANDIEN (Shelsi Valencia), karena ditinggal oleh kedua orangtuanya, yang tak lain adalah kakak Rama. Adara meminta bantuan Rama untuk membelikannya tiket karena antrian yang panjang. Saking girangnya mendapatkan tiket, Adara sampai lupa membayar tiket tersebut ke Rama. Rama merasa dijebak. Adara yang tiba-tiba sadar akan kelalaiannya mulai mencari Rama.

Adara kemudian dipertemukan kembali dengan Rama. Karena tanpa sengaja Adara menolong ketiga keponakan Rama yang karena kenakalan mereka sempat Rama hukum di rumah. Rama sebenarnya tidak tega, tetapi ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara mengatur mereka. Ternyata Adit, Andi dan Andien justru sangat nurut dengan Adara. Mereka bahkan menginginkan Adara menikah dengan Rama. Adara yang mulai menikmati perannya mengurus keponakan Rama ini pun gundah.

Bagaimanakah kelanjutan kisah Adara ?..

Apakah Sudiro dan Dennis diam begitu saja atas kaburnya Adara ?

Sinopsis Separuh Aku Episode 1

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 1

 Sinopsis Separuh Aku Episode 2

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 2

Sinopsis Separuh Aku Episode 3

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 3

Sinopsis Separuh Aku Episode 4

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis Separuh Aku Episode 4

Sinopsis Separuh Aku Episode 5

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 5

Sinopsis Separuh Aku Episode 6

Episode 6 bersambung dengan menceritakan Adara masuk ke kamar Rama secara diam-diam untuk mengambil handfone Rama. Dia ingin menghubungi Maya tentang masalah Rama. Adara ternampak handfone Rama di atas katil bersebelahan dengan Rama yang sedang tidur nyenyak. Tetapi Adara tidak tahu bagaimana caranya untuk mengambil handfone tersebut.

Secara perlahan-lahan Adara naik ke atas katil Rama, cuba untuk mengambil handfone tersebut tetapi Adara gagal untuk berbuat demikian apabila Rama yang masih tidur memeluk Adara tanpa disedari. WalaupunAdara berhasil mengambil telefon bimbit tersebut namun dia serba salah bagaimana dia hendak melepaskan diri. Secara pelahan-lahan dia alihkan kaki Rama yag masih tidur. Adara seperti terdengar Rama cakap sesuatu lalu dia menghampiri Rama tetapi  mengetahui Rama masih belum terjaga, Adara segera meninggalkan kamar Rama sebelum diketahui.


 Adara hantar sms kepada Maya: Papa kamu sudah memeras aku dan  minta aku gak ketemuan lagi sama kamu. Papa kamu menggunakan kekuasaannya dan mengancam aku membayar utang almarhum kakak aku di bank atau kalau tidak aku akan diusir dari rumah aku. Mafkan aku Maya, aku peduli sama kamu. Kamu teman baik aku tapi aku ngga bisa menemui km. Bye.

Pak Sandy masuk ke kamar mengambil teh buat Maya. Dia memanggil nama Maya tetapi Maya masih tidur. Handfone Maya berdering. Pak Sandy mengambil telefon bimbit Maya. Di rumah, Rama, Adara masih lagi menunggu reaksi Maya kalau sms itu daripada Rama.


Maya bangun dari tidur dan mendapati papanya berada di kamarnya. Maya tanya papanya kenapa dia mengambil telefon bimbitnya. Dengan cepat Pak Sandy memberitahu anaknya bahawa dia mahu memberi telefon bimbit tersebut kepada Maya lalu dihulurkannya kepada Maya. Maya membaca sms yang disangkakannya daripada Rama. Maya berasa marah pada ayahnya dan katanya dia sudah tahu apa yang papanya mahu katakan padanya.
Maya: Ini tentang Ramakan pa? Papa berani mengancam dia. Papa tega papa sampai menyuruh dia menjauhin aku. Papa mahu mengambil rumah Rama? Papa kenapa begitu jahat sih pa?
Pak Sandy: Jadi dia sudah beritahu kamu?
Maya: Pokoknya kalau papa masih mengancam Rama aku bakal pergi dari sini.
Pak Sandy sangka Rama sudah berhasil meracuni fikiran Maya.


 Mama Maya masuk ke kamar Maya untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang berlaku tetapi Maya minta mamanya tanya sahaja pada papanya. Maya mengemaskan pakaiannya untuk pergi dari rumah itu. Pak Sandy beritahu Maya sekiranya dia berani pergi seperti itu dia pasti akan sangat marahkan anaknya itu. Maya jawab ayahnya kalau papanya masih mahu mengancam Rama dan mengambil rumahnya, Maya tidak akan balik ke rumah lagi. Mama Maya cuba tenangkan keadaan tetapi kata Maya semuanya bergantung pada papanya. Maya meninggalkan rumah dan pergi ke rumah Rama.


Di rumah Rama -  Rama membuka pintu untuk Maya. Rama tanya Maya kenapa dia pergi ke rumah pada waktu malam-malam begitu. Maya terus tanya Rama apa maksudnya menghantar sms mengatakan dia tidak akan menemuinya lagi. Rama tidak tahu apa yang Maya cuba katakan. Maya menunjukkan sms yang diterimanya. Setelah Rama membaca sms itu dia tahu siapa yang telah menghantar sms tersebut lalu segera berjumpa dengan Adara di kamar dan tanya Adara tentang hal itu.


 Sebenarnya Adara lakukan semua itu untuk menolong Rama kerana Rama sudah baik sangat padanya jadi Adara cuma mahu membalas budinya. Adara mahu membalas semua kebaikan Rama  cuma itu sahaja. Adara minta maaf kalau apa yang telah dia lakukan salah juga tanpa keizinan Rama terlebih dahulu. Tetapi Adara tahu sekiranya dia minta izin daripada Rama sudah tentu Rama tidak akan membenarkannya menghantar sms itu. Sekali lagi Adara minta maaf pada Rama dan mengikutnya cuma itu sahaja satu-satunya cara untuk menolong Rama. Rama bingung... setelah itu Rama keluar menemui Maya yang berada di ruang tamu semula. Rama tidak tahu bagaimana hendak mulakan topik penjelasan pada Maya mengenai sms itu. Sebelum sempat Rama meneruskan kata-katanya, Pak Sandy dan isterinya muncul di rumah Rama dan memanggil nama Maya dengan nada suara yang tinggi.


 Pak Sandy mahu Maya pulang dengan segera. Pak Sandy menuduh Rama yang menyebabkan Maya berani melawan orang tuanya dan pergi ke rumahnya. Rama cuba minta Pak Sandy jangan salah faham dahulu. Pak Sandy mahu Maya tahu bahawa itu bukan masalah peribadi antara Rama dengan papanya tetapi Rama hutang bank dan sudah menjadi kewajipan untuk melunasi hutangnya itu. Namun Maya tidak mahu ayahnya cuba membohonginya lagi. Maya tanya ayahnya apakah dia tahu tanggungan Rama besar kerana selain dari dia, juga ada tiga anak kecil yang tinggal di situ dan mereka adalah anak-anak kepada kakaknya. Itu bukan urusan dia, itu adalah urusan kakaknya. Maya mahu panggil anak-anak itu turun sekiranya papanya tidak mempercayainya. Rama mahu bawa anak-anak itu turun sendiri dan tidak mahu menyusahkan Maya. Mereka diminta tunggu sebentar.

Di kamar, Andien tanya Adara apakah ada masalah serius di rumah mereka. Rama masuk ke kamar dan beritahu Adara yang mereka mahu bertemu dengan Andien, Adit dan Andi.


Maya tanya papanya apakah dia sudah mengetahui nasib mereka dan mereka mahu tinggal di mana. Kata Maya, mereka anak yatim piatu dan Rama mempunyai tanggungan menguruskan mereka. Maya mohon pada papanya. Maya minta ayahnya lakukan sesuatu untuk menolong mereka.
Maya: Mereka mahu tinggal di mana? Di jalanan?
Maya mohon ayahnya beri belas kasihan pada mereka.
Maya: Rama gak bersalah pa dan dia harus menanggung semua ini. 
Andien: Om, kita tidak mahu pergi dari sini, om. 
Andi: Aku gak mahu tinggal di jalanan.
Andien: Pokoknya kami gak mahu pergi dari sini, om.
Rama cuba memujuk mereka agar tidak menangis lagi. Rama berjanji pada mereka akan membayar semuanya dan mereka boleh terus tinggal di situ.


Adara lihat mereka dari atas tingkat dia tidak dapat berbuat apa-apa selain dari berdoa untuk mereka. Adara harap rancangannya akan berhasil. Pak Sandy bersedia untuk Rama secara peribadi dengan syarat Rama harus kembalikan hutang ke bank dengan segera.

Maya terkejut mendengar Andi tanya apakah Kak Dara boleh  tinggal di situ. Pak Sandy dan isterinya juga hairan Andi kata begitu. Maya tanya Andi siapa Dara. Andien bawa Maya berjumpa Dara. Adara cuba mengelak daripada menemui Maya tetapi terlambat. Maya ternampak Adara dan dia mengenali Adara. Dengan marah Maya tanya Rama kenapa dia membawa Adara ke rumahnya dan tanpa berfikir panjang sambung Maya lagi Adara sudah memberi banyak masalah pada mereka. Rama cuba terangkan pada Maya yang Adara tiada siapa-siapa di Jakarta dan tiada tempat tinggal. Kata Maya Rama harus fikirkan dirinya dan anak-anak itu. Buat apa dia fikirkan perempuan itu.



Pak Sandy beritahu Maya yang Rama bukan lelaki yang baik dan tidak cocok untuk Maya. Sambung Pak Sandy lagi, mana ada lelaki yang sembunyikan wanita di rumahnya sendiri.
Pak Sandy: Eh.. kamu ini bukan pembantunya kan, bukan saudaranya bukan istrinya artinya apa sudah pasti ini pacarnya dia. Udahlah Maya, dia itu gak peduli sama perasaan kamu. Kamu sadar dong.
Mama Maya: Maya, kamu bisa lihat gak sih mereka berdua ini pasti cinta sama cinta. Mama tahu dari pertama kalinya mama liat mereka pertama kalinya datang ke rumah hantarin kamu. Buka dong mata kamu.
Rama: Tante sama om. Ini sudah terlalu jauh ini. Ini jauh banget dari apa yang tante sama om kira-kira.
Maya: Jelasin Rama. Jelasin kenapa kamu bawa dia ke sini. Kamu udah bohongin aku Rama. Kamu tega sama aku.
Adara mahu jelaskan semuanya pada Maya.Tetapi Maya dengan nada suara yang tinggi  menyuruh Adara diam. Maya halau Adara pergi dari rumah itu segera.

Andien tidak mahu Maya marah pada Adara. Kata Andien sekiranya Kak Dara pergi mereka juga akan pergi. Rama minta Maya pulang dahulu sementara dia akan uruskan masalah itu. Maya akan pulang tetapi dia mahu Rama halau Adara dari situ sekarang juga. Namun Rama enggan. Katanya tidak mahu, dia tidak boleh buat begitu. Dara akan tetap tinggal di situ.

Pak Sandy menegur Rama yang sudah keterlaluan katanya. Walaupun anaknya terus membelanya malah dia bersikap begitu terhadap anaknya. Malah dia bela perempuan itu. Pak Sandy suruh Rama siap-siap sahaja tinggal di jalanan sementara Maya terus meninggalkan tempat itu.

Adara membuat keputusan untuk meninggalkan rumah Ram - Dalam hati Adara dia berfikir, memang tidak masuk akal untuk dia tinggal di rumah orang sementara orang tuanya sudah berusaha mencari dia. Rama juga akan terus mendapat masalah lagi gara-garanya. Jadi dia harus pergi dari situ. Biarpun itu artinya seumur hidup Adara, dia tidak akan dapat melihat mereka lagi. Adara cuba menghubungi Dennis tetapi Denis tidak menjawab panggilannya.

Di hotel, Sudiro mengejutkan Dennis yang sedang tidur mengatakan pihak polis sudah mendapat berita tentang Adara.


Polis menggeledah rumah Rama tetapi Adara tidak berada di situ. Mereka cuma menjumpai sepasang baju kepunyaan Adara.  Rama cuba jelaskan pada polis itu bahawa Adara memang pernah menginap di rumahnya disebabkan dia tidak ada tempat tinggal dan Rama cuma menolong sahaja. Rama bersedia untuk pergi ke balai polis setiap hari untuk melaporkan diri tetapi dia minta jangan tahan dia dipenjara kerana dia punya tiga keponakan yang harus dia uruskan. Namun Dennis tetap menuduh Rama menyembunyikan Adara. Sudiro mahu Rama terus dibawa ke balai polis. Sekiranya ada apa-apa laporan dan keterangan Rama selesaikan di sanasahaja. Sudiro memberi amaran kepada Rama sekiranya  Adara ada bersama Rama, dia harus bertanggung jawab.

 Adara ternampak Rama dalam kereta polis dalam perjalanan dan dia harus segera menolong Rama. Sementara waktu Rama dipenjarakan. Rama pinjam telefon bimbit di penjara untuk menghubungi Andien. Andien risau tentang  di mana perginya om mereka kerana sewaktu mereka pulang tiada sesiapa di rumah. Andien memberitahu om mereka Andi dan Adit tidak berhenti menangis sebentar tadi. Rama baru mendapat tahu yang Adara masih belum pulang dan Adara tidak memberitahu apa-apa pada mereka sebelum dia pergi. Rama titipkan Andien menjaga adik-adiknya sementara dia tiada di rumah.

Adara menyerah diri di balai polis. Dia menerangkan pada polis bahawa dia telah kabur dari rumah atas kemahuannya sendiri dan Rama tidak menculiknya. Sudiro dan Dennis gembira melihat Adara. Adara terus  memberi keterangan kepada polis bahawa Rama tidak bersalah dalam hal itu. Adara pergi ke balai polis kerana mahu menyerahkan diri. Kata Adara dia kabur dari rumah atas kemahuannya sendiri dan bukannya kerana Rama. Rama sama sekali tiada apa-apa hubungan dalam hal itu.

Selain itu Adara cuba jelaskan pada ayahnya semua itu cuma salah faham dan Rama tidak salah apa-apa. Tetapi Sudiro tetap mengatakan Adara dibawa kabur sama Rama di saat penikahannya dan itu dinamakan kriminal. Bukan itu sahaja. Sudiro mengatakan Rama berani menculiknya di depan polis. Itu bermakna Rama wajib dimasukkan ke balai polis dan seterusnya dipenjarakan.

Adara mahu bercakap dengan Dennis seorang diri tetapi dilarang oleh Sudiro kerana risau Dennis akan dipengaruhi oleh Adara. Namun Dennis keluar juga bersama Adara kerana dia mempercayainya. Setelah dijelaskan oleh Adara, Dennis tanya Adara apakah selama ini semuanya salah faham. Adara minta Dennis membebaskan Rama kerana semuanya bukan salahnya Rama.

Apabila Dennis mendapat tahu Adara mahu ikut dia pulang ke kampung sekiranyanya dia membebaskan Rama, Dennis bersetuju berbuat demikian. Tetapi Adara mempunyai satu permintaan lagi iaitu wang berjumlah 50 juta itu diminta Adara berikan pada Rama. Rama hampir setuju tetapi dibantah oleh Sudiro. Sudiro tanya kenapa harus diberikan hadiah pada Rama memandangkan Rama telah membawa Adara pergi. Sudiro mahu tahu kenapa.

Adara minta Dennis percayakannya kerana dia telah cuba menghubungi Dennis terus semalaman tetapi
Dennis tidak menjawab panggilan itu. Walaupun Sudiro membantah tetapi Dennis berjanji pada Adara dia setuju memberi Adara 50 juta itu.
Dennis: Saya mahu mencabut tuntutan saya terhadap saudara Rama, pak kerana Dara, gadis yang saya cari-cari selama ini sudah ketemu dan Rama gak bersalah, pak. Jadi tolong bebaskan dia.
Adara: Ya, pak.. kami mohon tolong bebaskan Rama, pak.
Polis: Baiklah, kami akan segera uruskan pembebasan saudara Rama.
Dennis: Terima kasih banyak pak. Ya udah kalau gitu kita pamit dulu pak. Terima kasih.
Adara: Terima kasih pak. 
Rama dibebaskan.



Adara minta keizinan daripada Dennis dia ingin berbicara dengan Rama dulu untuk kali yang terakhirnya. Sudiro tidak mengizinkan Adara buat begitu. Katanya tiada gunanya. Tetapi kata Dennis, nggak apa-apa, boleh. Adara pergi berjumpa Rama.

Rama mendapat tahu daripada polis Adara telah membebaskannya. Rama memegang tangan Adara. Apakah Adara telah menyerah diri. Adara sudah memutuskan untuk pulang ke kampung. Kata Rama dia tidak perlu lakukan semua itu.


Rama: Kamu gak boleh menyerah. Kamu apain sih. Nyalahin diri kamu gini. 
Adara: Rama, aku dah memutuskannya Rama. Aku akan pulang ke kampung ikut dengan orang tua aku dan juga Dennis. Aku tidak mau menyusahin kamu terus Rama. Lagi pula sebelum ada kejadian ini tadi pagi memang aku dah... aku dah putuskan untuk pergi dari rumah. 




Rama mendekatkan mukanya ke tangan Adara secara pelahan sambil minta Adara fikirkan semua itu baik-baik. Apakah keputsan itu adalah terbaik untuk Adara. Rama minta Adara fikirkan tentang hal itu lagi. Apakah Rama sudah mula mencintai Adara.


Jangan lupa untuk terus mengikuti episode seterusnya  - Episode 7 pada 21 Oktober 2012

 Kredit yang diberikan pada http://helloskyblu.blogspot.com/ sekiranya telah diambil sinopsisnya amat dihargai.

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 6 pada 20 Oktober 2012

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 6 Part 1

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 6 Part 2

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 6 Part 3

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.sinemart.com/
http://www.rcti.tv/
http://id.wikipedia.org/
  Channel
 MrSakti7799 Channel
crystle1987 Channel
emeraldL2009 Channel
lynnaandyou Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar