Senin, 22 Oktober 2012

Sinopsis Episode 7 - Layar Drama Indonesia: Separuh Aku mula menemui penonton pada 15 Oktober 2012 setiap hari pukul 19.00 WIB di RCTI

Sutradara : Agusti Tanjung
Produser : Leo Sutanto
Cerita & Skenario : Hilman Hariwijaya
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Produksi : SinemArt (2012)

Lagu Tema : Separuh Aku
Penyanyi : Noah
Pencipta : David & Ihsan Nurrachman
Produksi : PT. Musica Studios's

Pemain Separuh Aku:

Asmirandah, Rezky Aditya, Miller Khan, Michella Putri, Kevin Andrean, Putri Anne, Ari Wibowo, Vira Yuniar, Adipura, Shueil, Malaki, Shelsi Valencia, Tengku Ryan, Tia Ivanka, Johan Jehan

Asmirandah sebagai Adara - (Anak Kandung Pak Sandy dan Bu Marni
Anak Tiri Sudiro)
Rezky Aditya sebagai Rama
Miller Khan  sebagai Dennis
Michella Putri sebagai Maya
Kevin Andrean sebagai Reza - (Sahabat Andara)
Putri Anne sebagai Naning - (Pacar Reza)
Tia Ivanka   - (Ibu Maya)
Ari Wibowo sebagai Pak Sandy - (Ayah Maya dan Andara)
Adipura sebagai    Sudiro  - (Ayah Adara)
Vira Yuniar sebagai Marni - (Ibu Adara)
Johan Jehan - (Ayah Dennis)
Triningtyas - (Ibu Dennis)
Suhel Fahmi sebagai Andi - (Keponakan Rama)
Malaki sebagai - Adit (Keponakan Rama)
Shelsi Valencia sebagai  Andien - (Keponakan Rama)

Sinopsis Global Separuh Aku

ADARA (Asmirandah)adalah putri adalah putri seorang makelar/pemasuk ikan yang bernama SUDIRO (Adipura) dan MARNI (Vira Yuniar). Sudiro adalah orang yang sangat pelit dan perhitungan. Ia bahkan menghitung biaya hidup yang ia keluarkan untuk membesarkan Adara. Oleh karenanya, ia memaksa Adara untuk menikah dengan DENNIS (Miller Khan), anak pengusaha kaya di kampung itu, yang sedikit tuli tetapi berwajah tampan. Sudiro berharap mahar dari keluarga Dennis bisa menutupi pengeluarannya selama ini.

Adara yang tumbuh besar di perkampungan nelayan dan berjiwa bebas tidak begitu saja menerima perintah ayahnya. Di saat Dennis dan keluarganya datang melamar, Adara yang berjiwa petualang besar dan banyak akal pun kabur dari rumah dengan meminta pertolongan REZA (Kevin Andrean), sahabatnya. Reza yang tidak tegaan akhirnya menemani Adara kabur ke Jakarta, walaupun pacarnya, NANING (Putri Anne) tidak setuju akan sikap Reza.

Di Jakarta Adara dan Reza luntang lantung tidak ada tujuan. Mereka terlalu kagum akan keindahan kota Jakarta dan bertingkah norak. Saat sedang mengagumi kolam Bundaran HI, mereka bertemu dengan MAYA (Michella Putri) yang baru saja bertengkar dengan ayahnya, PAK SANDY (Ari Wibowo). Adara dan Maya terlibat perselisihan. Adara tidak menyadari bahwa Pak Sandy adalah ayah kandungnya yang tidak pernah ia kenal selama ini.

Merasa Jakarta bukanlah tempatnya, Adara dan Reza pun berencana kabur pindah kota. Di stasiun ia bertemu dengan RAMA (Rezky Aditya), laki-laki easy going yang terpaksa mengurus ketiga keponakannya yang masih kecil-kecil, ANDI (Suheil), ADIT (Malaki) dan ANDIEN (Shelsi Valencia), karena ditinggal oleh kedua orangtuanya, yang tak lain adalah kakak Rama. Adara meminta bantuan Rama untuk membelikannya tiket karena antrian yang panjang. Saking girangnya mendapatkan tiket, Adara sampai lupa membayar tiket tersebut ke Rama. Rama merasa dijebak. Adara yang tiba-tiba sadar akan kelalaiannya mulai mencari Rama.

Adara kemudian dipertemukan kembali dengan Rama. Karena tanpa sengaja Adara menolong ketiga keponakan Rama yang karena kenakalan mereka sempat Rama hukum di rumah. Rama sebenarnya tidak tega, tetapi ia benar-benar tidak tahu bagaimana cara mengatur mereka. Ternyata Adit, Andi dan Andien justru sangat nurut dengan Adara. Mereka bahkan menginginkan Adara menikah dengan Rama. Adara yang mulai menikmati perannya mengurus keponakan Rama ini pun gundah.

Bagaimanakah kelanjutan kisah Adara ?..

Apakah Sudiro dan Dennis diam begitu saja atas kaburnya Adara ?

Sinopsis Separuh Aku Episode 1

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 1

 Sinopsis Separuh Aku Episode 2

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 2

Sinopsis Separuh Aku Episode 3

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 3

Sinopsis Separuh Aku Episode 4

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis Separuh Aku Episode 4

Sinopsis Separuh Aku Episode 5

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis ringkas Separuh Aku Episode 5

Sinopsis Separuh Aku Episode 6

Sila klik di sini untuk mengikuti sinopsis Separuh Aku Episode 6


Sinopsis Separuh Aku Episode 7

Kisah Separuh Aku bersambung dalam Episode 7 menceritakan Rama tanya Adara apakah dia yang telah membebaskan dirinya. Rama memegang kedua belah tangan Adara. Tanya Rama lagi apakah Adara telah menyerahkan dirinya. Adara beritahu Rama dia sudah memutuskan untuk pulang ke kampung.

Rama: Kamu gak boleh menyerah. Kamu apain sih. Nyalahin diri kamu gini. 
Adara: Rama, aku dah memutuskannya Rama. Aku akan pulang ke kampung ikut dengan orang tua aku dan juga Dennis. Aku tidak mau menyusahin kamu terus Rama. Lagi pula sebelum ada kejadian ini tadi pagi memang aku dah... aku dah putuskan untuk pergi dari rumah. 



Rama mahu Adara fikir baik-baik tentang hal itu apakah itu adalah yang terbaik untuknya ataupun tidak.Sudiro dan Dennis ternampak Rama dan Adara. Sudiro tanya Dennis apakah dia rela melihat mereka berdua berpegang tangan begitu. Dennis cemburu. Dengan cepat Dennis memeleraikan tangan mereka berdua dan menarik tangan Adara suruh dia pergi bersamanya. Rama tidak suka melihat Dennis membawa menarik tangan sebegitu lalu berkata: Jangan kasar-kasar dong, perempuan dong.. Namun Dennis suruh Rama diam sahaja dan itu tiada urusan sama Rama. Sudiro tinggalkan tempat itu bersama anaknya dan Dennis dan membiarkan Rama di situ seorang diri.


 Marni sedang menunggu Adara di tempat menginap dengan cemas. Apabila Marni melihat anaknya, dia memeluknya dengan erat penuh kerinduan. Marni tanya khabar Adara dan dia tidur di mana apakah dia sihat-sihat sahaja. Adara minta ibunya tenang kerana dia berada dalam keadaan baik-baik sahaja. Marni terus memeluk anaknya melepaskan rindu. Marni tanya Dara apakah benar dia mahu pulang. Adara janji pada ibunya dia akan balik ke kampung bersama ibunya dan dia minta maaf kerana selama ini sudah menyusahkan ibunya. Tetapi Marni tidak mahu Adara cakap begitu.

Marni risau bagaimana sekiranya Sudiro mahu Adara menikah dengan Dennis di kampung nanti.  Adara tidak mahu ibunya fikirkan tentang hal itu dahulu yang penting Adara sudah ada bersama ibunya lagi.Adara tidak mahu ibunya fikir yang bukan-bukan. Dennis muncul dan memberi wang yang dijanjikannya kepada Adara. Marni tunggu anaknya di sana sementara Adara pergi bersama Dennis untuk pergi ke rumah Rama.


Sampai di rumah Rama, Adara minta Dennis jangan ikut dia masuk ke dalam. Dimintanya agar Dennis tunggunya di teksi sahaja memandangkan dia juga ingin melihat anak-anak buat kali terakhirnya. Dennis harap Adara tidak akan lama-lama di dalam. Adara panjat melalui pintu pagar untuk masuk ke dalam secara diam-diam. Adara berjalan dalam gelap ke ruang tamu rumah, dengan tidak sengaja dia terpijak alat mainan tetapi tidak didengar sesiapapun. Adara naik tangga dengan pelahan menuju ke tingkat atas. Andien, Addy dan Adit sedang tidur nyenyak. Adara melihat mereka secara senyap.


Kemudian Adara masuk ke kamar Rama yang juga sedang tidur. Adara menggunakan tangannya untuk memastikan Rama benar-benar tidur sebelum dia meletakkan wang sebanyak 50 juta itu berserta dengan sepucuk surat di atas katil. Adara menatap wajah Rama buat kali terakhirnya sebelum dia meninggalkan kamar Rama.

Adara keluar meninggalkan rumah Rama. Dennis tersenyum melihat Dara. Dalam hatinya dia berasa lega akhirnya dia akan dapat menikah dengan Dara. Dennis tanya Adara kenapa mukanya kelihatan sedih begitu. Namun Adara menafikannya beri alasan bahawa dia bahagia kerana anak-anak itu tidak akan diusir lagi. Mereka masuk ke dalam teksi dan meneruskan perjalanan.


Rama terjaga dari tidur terkenang apa yang telah Pak Sandy katakan padanya mengenai rumahnya akan disita sekiranya dia tidak dapat melunaskan hutangnya pada waktu yang ditetapkan. Rama berkata pada dirinya yang dia harus lakukan sesuatu tanpa berdiam diri begitu sahaja. Kemudian Rama ternampak bungkusan yang berisi wang berjumlah sebanyak 50 juta itu disertakan surat. Rama membaca surat yang ditulis oleh Adara kepadanya.


Surat Adara kepada Rama: Rama maaf jika kamu menganggap aku ini sebagai bagian dari keluarga ini kamu harus mau terima uang ini untuk anak-anak supaya ngga diusir... Dara..

Rama tidak faham kenapa Adara mahu memberinya wang itu dan dia mahu mengembalikan wang itu kepada Adara.


Rama menerima surat perintah dari bank. Rama dikehendaki melunaskan hutangnya ke bank dalam tempoh tiga hari atau tidak rumah itu akan disita. Rama terpaksa menandatangani surat perintah itu. Rama tidak tahu hendaka buat macam mana lagi tetapi dia berkata pada dirinya yang dia tidak berhak untuk menggunakan wang yang diberi oleh Adara.Walaupun Rama amat memerlukan wang tersebut tetapi dia tidak boleh menggunakannya kerana Adara pasti susah mendapatkan wang itu daripada Dennis. Dia mahu mengembalikan wang itu dengan segera.


Andien dan adik-adiknya tiada selera untuk makan sarapan. Apabila di tanya om mereka kenapa masih tidak makan, Andien jawab mereka mahu menunggu Kak Dara. Rama tanya kenapa pula ditunggu bukankah Kak Dara sudah pulang ke kampung. Rama minta mereka jangan buat dirinya pening memikirkan mereka. Rama tidak mahu masalah bertambah rumit lagi. Namun mereka tetap berdegil tidak mahu makan. kata Andien mereka boleh pergi ke kampung Adara tetapi itu bukan cadangan yang baik walaupun Rama akan ke kampung Adara mengembalikan wang kepadanya. Rama tidak boleh memaksa Adara kembali ke rumah mereka. Rama mengizinkan Andien, Andi dan Adit pergi bersamanya tetapi katanya Adara mempunyai haknya sendiri dan dia tidak boleh dipaksa pulang bersama mereka nanti.

Dennis memberitahu ayahnya dia happy. Namun Pak Eddy beritahu Dennis dia boleh happy tetapi dia boleh mati gara-gara kaget.  Apakah Dennis mahu ayahnya mati.Dennis beritahu gembira yang dia boleh menikah dengan Adara. Tetapi ayahnya tidak setuju tentang penikahan anaknya.Dennis tanya ayahnya kenapa pula dia tidak setuju memandangkan dia sudah keletihan dan bersusah-payah membawa Adara pulang ke kampung. Ayahnya tanya apakah tiada cewek selain Adara. Ayahnya mahu Dennis terus fikirkan. Tetapi menurut Dennis, seumur hidupnya memang tiada perempuan lain cuma Adara seorang. Disuruh ayahnya kepada Dennis buka matanya lebar-lebar, tidak ingatkah lagi sewaktu dia hampir nikah dan Adara sudah lari bersama lelaki lain. Namun Dennis tetap membela Adara dengan menjelaskan pada ayahnya pada semua itu cuma salah faham sahaja. Dennis cuba berdalih dan tidak mahu mendengar nasihat ayahnya.

Mama Dennis turun dan memeluk anak yang dirinduinya. Ayah Dennis tidak tahu mahu meletak mukanya di mana lagi dan dia rasa bingung tentang orang-orang di kampung mengenai masalah Dennis. Ayahnya tetap tidak setuju. Dennis mengancam akan pergi dari rumah itu sekiranya ayahnya tidak bersetuju. Ayahnya tidak takut diancam begitu kerana menurutnya kalau anaknya pergi dia tidak akan memberinya wang. Ini menyebabkan Dennis terus keluar dari rumah.


Reza dan Naning yang lalu di situ ternampak mama Dennis cuba memujuk anaknya agar tidak pergi begitu sahaja. Namun Dennis tetap dengan pendiriannya kalau ayahnya tidak setuju dia tidak akan pulang. Dennis melepaskan tangannya dari pegangan mamanya. Reza beritahu Naning Dennis itu berada di situ dan ini bermakna dia boleh menemui dengan Adara kerana Reza kangen sama Adara. Naning cemburu. Naning tanya Reza siapa pacarnya yang sebenar, dirinya atau Dara. Reza menjelaskan pada Naning dia kangen sama Dara kerana sejak kecil lagi mereka sudah berteman. Reza mahu bertemu dengan Dara dan seterusnya menyambung kata-katanya sekiranya Adara sudah menikah dengan Dennis dia tidak akan berpeluang buat begitu lagi. Akhirnya Naning beralah dan memberi keizinan kepada Reza untuk bertemu dengan Adara.
Naning: Tapi ingat ya, setelah itu waktu kamu semuanya buat aku. 
Reza berjanji dan memeluk Naning pacar kesayangannya. Naning berkata pada dirinya Dennis harus menikah dengan Adara walau apa caranya sekalipun.


Saat-saat kegembiraan apabila Adara bertemu semula dengan Reza. Mereka kangen di antara satu sama lain. Tanya Reza dengar khabar Adara mahu menikah dengan Dennis. Tetapi menurut Adara yang sebenarnya dia tidak bercakap apa-apa dengan Dennis tentang hal itu. Apa yang Adara katakan pada Dennis adalah dia pulang ke kampung bersamanya. Tetapi Dennis mempunyai maksud begitu pada Adara.



Naning pergi mencari Sudiro dan mintanya waspada jangan sampai hal itu terjadi dan pokoknya Dennis dan Dara harus segera menikah. Itu penting kerana Sudiro dan Naning akan aman. Sudiro suruh Naning tenang sahaja dan dia akan uruskan hal itu, Reza tidak mungkin kelainan hati kecuali buat Naning dan Adara tidak mungkin kelainan hati kecuali buat Dennis. Naning begitu lega dan dia berkata pada dirinya "mampus kamu Dara".


Adara masih tidak rela meninggalkan Andien, Andi dan Adit. Adara tidak tahu kenapa setiap kali dia bertemu dengan mereka Adara akan berasa amat bahagia bersama mereka. Dia pasti anak-anak itu akan berasa kehilangannya. Reza tanya Adara apakah Rama juga dapat membuat Adara bahagia. Belum sempat Adara menjawab pertanyaan Reza, Sudiro datang berlari menuju ke arah mereka. Sudiro salah faham dia fikirkan Reza berada di situ menghasut fikiran Adara. Adara cuba tenangkan ayahnya dan terus menjelaskan padanya yang Reza itu tidak bercakap apa-apa padanya. Reza cuma tanya pengalaman Adara di Jakarta. Tidak lebih dari itu. Sudiro memberi amaran pada Adara. "Kamu punya perjanjian sama abah, jadi kamu jangan macam-macam". Menurut Reza pula dia cuma kangen sama Adara dan tidak bermaksud apa-apa. Namun Sudiro tidak mahu dengar lagi dan disuruhnya Reza pergi dari situ pulang sahaja dan jangan buat dia marah. Sudiro terus berkata jangan buat dia marah dan menyebabkan dia melarang Reza untuk menemui Adara lagi. Reza pamit untuk pulang. Adara pula minta ayahnya gendong dia pulang. Tetapi Sudiro menerima panggilan daripada Dennis. Sudiro menjawab panggilan Dennis: "Hello Dennis, calon menantu abah yang ganteng, gimana-gimana?.

 
Sudiro tanya Dennis apakah dia sudah kangen sama Dara sementara mereka baru sahaja berpisah untuk sebentar.
Dennis: Om.. om gawat ni om.
Sudiro: Gawat? apa yang gawat eh kamu omong yang benar? Jangan bikin abah jadi panik.
Dennis: Om.. papa aku bilang kalau dia nggak setuju aku menikah sama Adara.. om.
Sudiro: Apa? Nggak setuju? Dara udah pulang. Gimana sih bapak kamu ini.
Sudiro beritahu Dennis dia akan mengalami kerugian sekiranya itu terjadi. Sudiro berhasrat untuk bercakap dengan ayah Dennis sendiri yang penting perkahwinan itu tidak boleh dibatalkan, katanya.

Di rumah, mama Dennis minta suaminya jangan bersikap egois tapi menurut Pak Eddy itu bukannya masalah egois atau tidak dia tidak mahu dipermainkan lagi. Ida cuba berubah fikiran Pak Eddy dengan mengatakan Dennis adalah satu-satunya anak mereka dan dia ingin Dennis bahagia dan tidak mahu anaknya itu menderita lagi.


Sudiro dan Dennis menemui Pak Eddy. Pak Eddy tanya ada apa dia ke rumah dia. Pak Eddy kata apakah dia yang telah menghasut anaknya lari-lari ke Jakarta. Sudiro pula jawab mengenai hal itu Pak Eddy salah kerana dia tidak pernah mengajak Dennis pergi ke Jakarta tetapi dia sendiri yang mahu mengikut Sudiro pergi ke Jakarta. Ketika dia pergi ke Jakarta itu menunjukkan cintanya yang begitu besar sangat buat Dara. Dan semuanya terbukti akhirnya Dara kembali lagi. Sekali lagi Dennis mohon ayahnya memberi keizinan padanya untuk menikah dengan Adara. Kata Dennis lagi, Adara sudah berjanji dengannya yang dia bakal tidak akan kabur lagi. Ida minta suaminya jangan keras kepala lagi. Akhirnya Pak Eddy mengalah tetapi dia tidak mahu hal -hal yang tidak diingini terjadi lagi. Begitulah amaran yang diberikan Pak Eddy. Pak Eddy memberitahu Sudiro dia akan ke rumah Sudiro pada keesokan hari. Sudiro dan Dennis melompat kegembiraan. Dennis memeluk kedua orang tuanya.



 
Rama sampai di kampung Adara bersama-sama dengan tiga orang keponakannya dengan menaiki bus. Di rumah Sudiro, Pak Eddy tanya Adara apakah benar dia mahu sama Dennis dan tidak mahu melarikan diri lagi seperti sebelum itu. Tetapi Adara cuma tersenyum melihat ke arah telinga Dennis dan tanpa menjawab soalan Pak Eddy malah dia minta maaf sebelumnya dan dia mahu bercakap  dengan Dennis bersendirian. Sudiro tidak berapa setuju tentang permintaan Adara tetapi Marni minta suaminya mengizinkan mereka berbual dahulu. Secara berbisik, Sudiro suruh Marni jangan memotong sewaktu dia sedang bercakap. Mereka cuba berbahas tentang soalan itu tetapi Adara minta mereka jangan bersikap seperti anak kecil.


Setelah diizinkan Pak Eddy, Adara mengajak Dennis untuk berbual-bual di kamar berduaan. Sebelum itu Pak Eddy mahu anaknya buka mata dan pasang telinganya sewaktu bercakap dengan Adara nanti. Di kamar Dennis mahu memeluk Adara tetapi diminta Adara untuk bersabar dahulu. Adara sengaja menyebabkan alat pendengar Dennis terjatuh ke lantai. Adara sengaja tekan telefon bimbitnya untuk merakam perbualan mereka.

Adara minta Dennis mendengar cakapnya. Sebelumnya Adara mahu minta maaf pada Dennis kerana sejujurnya dia masih belum mencintai Dennis. Oleh itu Adara tidak boleh menikah dengan Dennis kerana dia belum siap sedia tentang hal itu. Namun Adara minta Dennis tenang sahaja kerana dia mahu sangat belajar mencintai Dennis. Adara minta Dennis untuk memberinya waktu untuk dia belajar mencintai Dennis. Selain itu ada lagi yang Adara mahu sampaikan pada Dennis.

Adara memandang ke arah telefon bimbitnya lalu meneruskan kata-katanya selain dari belajar mencintai Dennis, Adara juga mahu pergi ke Jakarta supaya pemikirannya akan menjadi lebih dewasa. Adara mahu mencari pekerjaan di Jakarta. Adara tanya apakah Dennis setuju kalau dia minta kebenaran untuk tinggal di Jakarta selama satu tahun. Dan dalam waktu satu tahun itu mereka tunda dahulu pernikahannya. Setelah setahun Dara balik ke kampung, barulah mereka menikah. Jawab Dennis semua itu tiada masalah. "Kamu mahu satu orang anak, dua atau tiga yang penting Adara happy Dennis happy. Adara berasa geram kerana rancangannya untuk merakam perbualan mereka gagal.

Sudiro memberi cadangan pada Pak Eddy pernikahan itu dilangsungkan pada keesokan hari tetapi Marni tidak bersetuju katanya Adara bukan seperti kucing di dalam karung. mereka harus berbincang dengan Dennis dan Adara dahulu. Marni menjelaskan pada Pak Eddy bahawa terpulang pada Dennis dan Adara kapan mereka mahu menikah. Namun Pak Eddy lebih bersetuju dengan cadangan Sudiro. Begitu juga Ida, kata Pak Eddy lebih cepat lebih baik.

Bersambung kembali perbualan Adara dan Dennis. Adara mengambil telefon bimbitnya dan tanpa melihat wajah Dennis dia tanya Dennis sekali lagi apakah Dennis setuju kalau Adara tinggal di Jakarta selama satu tahu dahulu sebelum mereka menikah. Setelah satu tahun Dara akan balik ke kampung barulah mereka menikah dan menurut Adara itu sudah janji dan Dennis sudah mempunyai janji sama Dara iaitu "Kalau sampai Dennis macam-macam berarti pernikahannya bisa batal. Selama perjanjian itu masih belum satu tahun Dennis nggak boleh menyentuh Dara, Dennis nggak boleh pegang-pegang Dara, Dennis nggak boleh peluk-peluk... namun kata Dennis kata boleh... kemudian Adara mengulangi kata-katanya: "Nggak boleh pegang-pegang, nggak peluk-peluk, Dennis... dan satu lagi Dennis nggak boleh omongin soal penikahan.



Dennis mengambil semula alat pendengarnya yang terjatuh ke lantai. Dalam hati Dennis: "Untung saja Daranya nggak tau kalau alat dengarnya lepas..." Apabila Dennis mahu memegang Adara, Adara mengelak. Dennis turun ke ruang tamu semula dan memberitahu ayah dan mamanya Adara mahu menjadi isterinya. Mereka semua berasa sangat gembira melainkan Marni. Adara ke ruang tamu dan dia terus pergi ke tempat duduknya tanpa berkata apa-apa.

Waktu pernikahan antara Adara dan Dennis: Adara masih belum tiba lagi. Pak Eddy, Ida dan Dennis masih menunggu Adara. Pak Eddy dan Ida hairan kenapa Adara masih belum berada di situ. Ida berasa seperti ada sesuatu yang tidak kena. Di rumah, Adara mengemaskan-gemas pakaiannya.

Sudiro sudah tidak sabar lagi lalu tanya pada Marni kenapa Adara lama sangat dengan dandanannya. Marni minta suaminya bersabar sahaja. Jawab Sudiro macam mana dia herndak sabar sedangkan dia akan mempunyai menantu kaya seperti Dennis. Dalam hati Marni dia tidak faham kenapa semuanya diukur dengan wang dalam pemikiran suaminya. Pak Eddy yang hilang kesabarannya menunggu terus menelefon Sudiro. Katanya, penghulu dan para tetamu sudah sampai cuma tinggal tunggu ketibaan Adara dan Sudiro. Pak Eddy memberi amaran kepada Sudiro supaya tidak menyebabkan kekacauan berlaku lagi. Sudiro minta Pak Eddy teus bersabar kerana mereka sekarang "on the way" dalam perjalanan namanya juga menantu perempuan. Sambung Sudiro lagi, pengantin wanita harus dandan sedemikian.. namun Pak Eddy beritahu Sudiro bahawa sabar itu ada batasnya. Pak Eddy tidak mahu tahu lagi mereka harus sampai dalam masa sepuluh minit.

Sudiro menjerit-jerit nama Adara. Sudiro mengetuk-getuk pintu Adara dan menyuruhnya cepat. Adara keluar dari kamar dan apakah reaksi Sudiro. Sudah tentu dia terkejut melihat Adara bersiap-siap untuk pergi ke sesuatu tempat dengan menggendong beg pakaiannya.


 
Sudiro tanya Adara di mana pakaian pengantinnya dan kenapa dia tidak memakainya. Sudiro memaksa anaknya ganti pakaiannya. Adara memberitahu ayahnya dia akan pergi ke Jakarta "siapa sih mau nikah"


Bersambung dalam Episode 8 pada 22 Oktober 2012 pukul 19.00 - 20.15 WIB di RCTI

Kerjasama untuk diberikan kredit pada http://helloskyblu.blogspot.com/ sekiranya telah diambil sinopsisnya amat dihargai.

Terlebih dahulu saya ingin meminta maaf kerana terdapat banyak kesilapan dalam ejaan, struktur ayat dan tatabahasa sewaktu saya menulis sinopsis ini. Terima kasih kepada semua yang telah singgah di sini.

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 7 pada 21 Oktober 2012

Preview Separuh Aku Episode 7

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 7 Part 1

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 7 Part 2

Layar Drama Indonesia: Separuh Aku Episode 7 Part 3

sumber: (Terima kasih dan kredit diberikan kepada
http://www.sinemart.com/
http://www.rcti.tv/
http://id.wikipedia.org/
  Channel
 MrSakti7799 Channel
crystle1987 Channel
emeraldL2009 Channel
lynnaandyou Channel
dan semua pihak atas sumber maklumat dan gambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar